Pemerintah Kabupaten
Magelang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menggelar Pelatihan Aplikasi
MAS GRESS (Media Aduan Sosial - Gerakan Responsif, Efektif untuk Semua Suara),
di Command Center Room Pusaka Gemilang, Jumat (26/9). Kegiatan ini menjadi langkah
awal pemanfaatan kanal aduan digital lokal yang dirancang untuk mempercepat
penanganan aspirasi masyarakat.
Kepala
Dinas Kominfo Kabupaten Magelang Budi Daryanto menyampaikan pengelolaan aduan
masyarakat selama ini masih menghadapi tantangan besar. Aduan biasanya
disampaikan secara manual melalui SMS, grup WhatsApp, atau datang langsung ke
kantor desa maupun OPD. Cara tersebut dinilai lambat, rawan tidak
terdokumentasi, serta kurang merata aksesnya.
"Padahal
aspirasi masyarakat adalah suara yang harus segera kita dengar dan tindak
lanjuti. Karena itu, hadirnya MAS GRESS menjadi jawaban atas kebutuhan kanal
aduan lokal yang lebih dekat, ramah, cepat, dan transparan," ungkapnya.
Meskipun
pemerintah pusat telah memiliki SP4N-Lapor! dan pemerintah provinsi dengan
LaporGub Jateng, masyarakat Magelang dinilai belum sepenuhnya familiar dengan
platform tersebut.
"Dengan
hadirnya MAS GRESS, kanal lokal ini tetap terhubung dengan SP4N maupun LaporGub
sehingga setiap aduan masyarakat dapat terselesaikan secara tuntas,"
harapnya.
Aplikasi
MAS GRESS juga memiliki keterkaitan dengan arah kebijakan nasional maupun
daerah. Kanal ini mendukung ASTACITA Presiden Prabowo Subianto dan Wakil
Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya misi penguatan SDM dan teknologi,
membangun dari desa, serta reformasi birokrasi. Di tingkat lokal, inovasi ini
selaras dengan visi daerah ANYAR GRESS dan misi Panca Darma, terutama tata
kelola pemerintahan yang bersih dan melayani.
Dari
sisi manfaat, masyarakat dapat lebih hemat waktu dan biaya dalam menyampaikan
aduan tanpa harus datang ke kantor pemerintah. Sementara itu, pemerintah daerah
dapat memanfaatkan data terdokumentasi yang lebih transparan sebagai dasar
evaluasi kebijakan.
Ia
menegaskan keberhasilan MAS GRESS tidak hanya bergantung pada teknologinya,
melainkan juga pada komitmen aparatur dalam memberikan pelayanan.
"Apakah
kita mau merespons dengan cepat, bekerja dengan transparan, dan konsisten
menindaklanjuti setiap suara masyarakat? Pertanyaan ini harus dijawab dengan
kerja nyata," tegasnya.
Kabid
Informasi dan Komunikasi Publik pada Diskominfo Kabupaten Magelang, Noga Nanda
Septa menyebutkan pelatihan ini diikuti oleh admin OPD se-Kabupaten Magelang
dengan agenda pengenalan Magelang Smart Service (MSS), fitur baru MAS GRESS,
hingga simulasi penerimaan, verifikasi, tindak lanjut, dan monitoring aduan
masyarakat.
"Melalui
pelatihan ini, pemerintah berharap MAS GRESS dapat menjadi simbol perubahan
menuju birokrasi yang semakin modern, terbuka, partisipatif, serta dipercaya
masyarakat," kata Noga.