“KIM” BUKAN ALAT PROPAGANDA


Created At : 2013-10-22 03:51:17 Oleh : Diskominfo Berita Terkait Tugas dan Fungsi Dibaca : 227
“Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dibentuk tidak untuk menjejali masyarakat dengan informasi apalagi sebagai alat propaganda,” jelas Zanuar Efendi, S.IP kepala Bidang Komunikasi pada Dinas Kominfo Kabupaten Magelang selaku narasumber, kepada peserta Wahana Komunikasi Masyarakat (WKM) di Balai Desa Sambak kecamatan Kajoran (2/10).
Kegiatan WKM tersebut sebelumnya didahului dengan acara Pelantikan pengurus kelompok informasi masyarakat (KIM) oleh kepala Desa. Kegiatan yang difasilitasi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Magelang melalui dana APBD II Tahun Anggaran 2013. 
Menurut Kepala Diskominfo Drs. Djanu Trepsilo, MM, Kegiatan fasiltasi Pembentukan (KIM) dan Wahana Komunikasi Masyarakat (WKM) sesuai dengan alokasi anggaran, tahun ini dibentuk di 5 desa pada 5 Kecamatan, sebagai kelanjutan dari program tahun-tahun sebelumnya, agar di setiap kecamatan terdapat 1 (satu) desa/Kelurahan sebagai pilot proyek keberadaan KIM. 
Sebelumnya, sejak tahun 2004 di Kabupaten telah dibentuk 16 KIM yaitu di 5 kelurahan dan 11 desa, dan untuk tahun ini tambah 5 desa, yaitu Desa Sambak Kecamatan Kajoran, Desa Balekerto Kecamatan Kaliangkrik, Desa Prajeksari Kecamatan Tempuran, Desa Trasan Kecamatan Bandongan dan Desa Genito Kecamatan Windusari. 
Sedangkan maksud dan tujuan dibentuknya KIM adalah untuk semakin memberdayakan warga masyarakat melalui penggalian informasi dan literasi media guna menggali potensi dan  pemanfatan sumberdaya yang dimiliki desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Adapun kegiatan WKM (wahana komunikasi masyarakat) adalah merupakan salah satu model yang dipakai KIM untuk menggali atau mencari, mengolah dan menyebarluaskan informasi kepada warga masyarkaat yang telah disesuaikan dengan situasi dan kondisi wilayah terutama yang terkait dengan potensi unggulan desa yang akan dikembangkan.
Seperti pada kesempatan ini WKM mengambil tema ”Pengembangan Agrowanawisata Desa Sambak” dengan narasumber dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan, serta Dinas Kominfo. 
WKM yang diikuti pengurus KIM (23 orang) dan unsur ketua LPMD, Tokoh masyarakat, Lembaga Pemberdayaan Pemuda (LPP), PKK, Gapoktan dan Organisasi Kemasyarakatannya tersebut dimoderatori Ketua KIM Ainur Rofik dengan penulis M.Ari S, menyimpulkan; Masyarakat Desa Sambak, menyambut baik keberadaan KIM sebagai forum pemberdayaan masyarakat melalui penfaatan literasi media untuk meningkatkan kesejahteraan. Dan siap mewujudkan desa Sambak sebagai Desa Agrowanawisata dengan memberdayakan, memanfaatkan dan mengelola semua potensi yang telah dimiliki desa; seperti SDM, keindahan alam, kesenian dan kultur budaya masyarakat. 
Berkaitan dengan hal tersebut KIM juga merekomendasikan agar pihak pemerintahan desa, kecamatan, Dinas Kominfo dan SKPD terkait (Disparbud, Distanbunhut, BP2KP, Dispeterikan,  DiPerinkop dan UKM serta Disdagsar selaku fasilitator bisa mendukung, membantu dengan memfasiltasi masyarakat dengan program dan proyeknya dalam mewujudkan Desa Sambak sebagai Desa Agrowanawisata.*)mahendra-de

GALERI FOTO

Agenda

Peresmian
Kamis, 20 Desember 2018