Diskominfo
Kabupaten Magelang bekerja sama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)
dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Magelang Raya mengadakan
Sosialisasi Literasi Digital di Omah Mbudur, Dusun Jowahan, Borobudur,
Kabupaten Magelang, Rabu (9/7/2025).
Sosialisasi
yang bertajuk "Tantangan AI bagi Generasi Muda, Berkreasi dan Bertanggung
Jawab" ini diikuti oleh 40 orang anggota dari KNPI Kabupaten Magelang.
Peserta sosialisasi ini diharapkan mendapatkan bekal pengetahuan mengenai
teknologi Artificial Intelegent (AI) dan dapat memanfaatkannya untuk berkreasi
secara bertanggung jawab, sehingga diperoleh nilai tambah.
Diskominfo
menilai generasi muda saat ini harus memiliki wawasan yang cukup terhadap
teknologi AI. Maka dari itu, KNPI sebagai wadah perjuangan pemuda menjadi salah
satu alasan Diskominfo menggandeng anggotanya untuk ikut sebagai peserta dalam
sosialisasi kali ini.
"Kemajuan
dunia teknologi, seperti AI membuat semuanya serba mudah dan cenderung rawan
terhadap penyalahgunaan, untuk itu generasi muda perlu mengetahui dan memahami
etika menggunakan AI, sehingga dapat memanfaatkan kemajuan AI untuk berkreasi
secara bertanggung jawab," ungkap Kepala Bidang Informatika pada
Diskominfo Kabupaten Magelang, Musokhip, mewakili kepala dinas.
Hadir
sebagai narasumber, anggota DPRD Kabupaten Magelang, Zaenal Mahfud, sependapat
dengan Musokhip. Zaenal mengapresiasi Diskominfo dalam memberdayakan generasi
muda melalui acara ini.
"Melalui
sosialisasi ini diharapkan generasi muda lebih cakap dalam pemanfaatan
teknologi AI, dan ke depannya semoga menjadi generasi yang tangguh, mandiri,
menuju generasi emas 2045," harap Zaenal.
Acara
kemudian berlanjut dengan pemaparan materi oleh narasumber dari Mafindo, Mufida
Nastiti. Dia menekankan pentingnya menguasai teknologi AI jika ingin bersaing
di era serba digital seperti sekarang ini.
"AI
sudah diterapkan di berbagai bidang, seperti bisnis, transportasi, pendidikan,
hingga kesehatan, maka penting bagi kita untuk memiliki wawasan terhadap
teknologi ini," jelas Mufida.
"Walaupun AI dapat memberikan berbagai kemudahan, kita tetap harus waspada terhadap tantangan dan resikonya, maka dari itu penting untuk kita tidak hanya mahir tapi juga bijak dalam menggunakan teknologi ini," lanjut Mufida.