Pemerintah
Kabupaten Magelang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo)
menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis
Elektronik (SPBE) Kabupaten Magelang Tahun 2025 di RM Omah Mbudur, Dusun
Jowahan, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Rabu (25/6/2025).
Kegiatan ini
dihadiri oleh para pemangku kepentingan dari perangkat daerah, termasuk Tim
Penilai Mandiri SPBE serta Tim Penyusun Arsitektur dan Peta Rencana SPBE. Hadir
pula perwakilan legislatif dari Komisi III DPRD Kabupaten Magelang sebagai
narasumber dalam diskusi panel yang berlangsung hangat dan konstruktif.
Kepala
Diskominfo Kabupaten Magelang Budi Daryanto menekankan pentingnya kolaborasi
lintas sektor untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pemanfaatan
teknologi digital.
Diskusi
panel mengangkat dua topik utama, yaitu: “Kebijakan Penyelenggaraan Teknologi
Informasi dan Komunikasi dalam Pemerintahan dan Pelayanan Publik - Progress Implementasi SPBE Kabupaten Magelang”. Materi tersebut mengacu pada visi
Magelang Anyar Gress yang diusung oleh Bupati dan Wakil Bupati Magelang, yang berkomitmen
membangun pemerintahan yang aman, nyaman, religius, unggul dan sejahtera.
Sosialisasi
ini juga menjadi ajang konsolidasi dalam rangka menyambut evaluasi SPBE tingkat
nasional tahun 2025. Kabupaten Magelang menargetkan perbaikan indeks SPBE melalui
penguatan regulasi, peningkatan infrastruktur TIK, dan pengembangan SDM digital
sebagaimana diatur dalam Perda TIK Nomor 3 Tahun 2019.
Melalui
kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Magelang menunjukkan keseriusannya dalam
mengakselerasi transformasi digital daerah, sejalan dengan rencana strategis
nasional dan tuntutan pelayanan publik yang semakin dinamis.
"SPBE
bukan hanya soal aplikasi, tetapi transformasi sistem pemerintahan yang
transparan, akuntabel, dan melayani. Ini adalah komitmen kita bersama,"
tegas Budi Daryanto.
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Magelang, Budi Purnomo menyampaikan pandangannya terkait urgensi tata kelola digital di sektor pemerintahan.
"SPBE
bukan sekadar program administratif, melainkan bagian dari reformasi birokrasi
yang lebih luas untuk menjawab harapan masyarakat terhadap pemerintahan yang
transparan, cepat, dan adaptif," ujar Budi.
Ia juga
menyoroti pentingnya dukungan politik dan penganggaran dalam keberhasilan
implementasi SPBE, seraya mengingatkan bahwa aspek keberlanjutan harus menjadi
perhatian utama pemerintah daerah dalam pengembangan infrastruktur dan sistem digital.
"Komisi
III DPRD akan terus mengawal agar alokasi anggaran untuk infrastruktur TIK dan
penguatan kapasitas SDM digital mendapat porsi yang layak," tegasnya.
Selain itu,
Kabid Informatika pada Diskominfo Kabupaten Magelang, Musokhip juga memaparkan
perkembangan implementasi SPBE di Kabupaten Magelang, termasuk capaian indeks
SPBE, pemanfaatan aplikasi layanan publik, serta inovasi pelayanan administrasi
digital desa seperti Simpelndeso dan Magelang Smart Service (MSS).
Kegiatan ini
menjadi forum strategis untuk konsolidasi antarperangkat daerah sekaligus
mendorong percepatan transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kabupaten
Magelang. Hal ini juga sejalan dengan visi Magelang Anyar Gress: Magelang yang
Aman, Nyaman, Religius, Unggul, dan Sejahtera, yang diusung dalam Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)