Analisis Perkembangan Indikator Daerah Kabupaten Magelang Tahun 2019


Created At : 2020-01-02 00:00:00 Oleh : Arif Budianto Artikel Dibaca : 285



ANALISIS PERKEMBANGAN INDIKATOR DAERAH KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2019

 

Arif Budianto

Diskominfo Kabupaten Magelang

 

 

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan  Keuangan  Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah, memberikan implikasi pada daerah untuk mampu mengemban tanggungjawab dan wewenang, baik dalam urusan pemerintahan maupun dalam pengelolaan pembangunan termasuk di dalamnya upaya menggali sumber-sumber pembiayaan pembangunan sendiri. Hal tersebut memerlukan sebuah langkah komprehensif untuk merestrukturisasi pemerintahan dan pola pembangunan, yang antara lain memerlukan pemerintahan daerah yang kreatif dan inovatif, untuk mensejahterakan masyarakatnya.

Kemampuan daerah dalam mengembangkan potensi wilayah agar memberikan hasil yang optimal, diperlukan suatu gambaran yang komprehensif mengenai wilayahnya sendiri. Melalui gambaran wilayah yang tersusun dengan  baik, pemerintah daerah dapat menentukan arah perkembangan dan inventarisasi sumber daya yang tersedia pada wilayahnya. Dalam rangka memenuhi kebutuhan adanya gambaran wilayah yang akurat mengenai pelaksanaan pembangunan daerah dan sebagai pengembangan manajemen pengelolaan informasi di daerah, diperlukan adanya deskripsi wilayah yaitu berupa indikator-indikator strategis pembangunan daerah. Indikator-indikator daerah ini dapat dijadikan sebagai bahan pengambilan kebijakan untuk melaksanakan visi misi Kabupaten Magelang mewujudkan masyarkat yang sejahtera, berdaya saing dan amanah.

 Maksud dan Tujuan

 a.      Maksud

Menganalisis beberapa data dan indikator pembangunan daerah Kabupaten Magelang terpilih yang dapat menggambarkan potensi dan sumberdaya yang dimiliki oleh Kabupaten Magelang dan membandingkannya dengan Provinsi Jawa Tengah dan Indonesia secara series.

b.      Tujuan

Menyediakan dukungan analisis data dan informasi untuk pengambil kebijakan, pemangku kepentingan, efektifitas  sistem  perencanaan pembangunan di Kabupaten Magelang, dan peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintah Kabupaten Magelang.

 Metodologi Penulisan

 Analisis perkembangan indikator daerah ini berisi berbagai jenis data yang menggambarkan kondisi Pemerintahan Kabupaten Magelang yang merupakan hasil dari berbagai kebijakan yang dilakukan pemerintah daerah dan pemerintahan  pusat di daerah serta berusaha memaparkan bentuk keberhasilan yang dicapai. Analisa penyusunan data dilakukan dengan cara mendeskriptifkan atau mengambarkan data yang telah terkumpul dari berbagai sumber terkait. Data yang disajikan adalah data-data yang diperoleh dari organanisasi perangkat daerah sampai dengan akhir tahun 2018.


GAMBARAN UMUM

 Kabupaten Magelang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang mempunyai luas 108.573 ha atau sekitar 3,34 persen dari luas Provinsi Jawa Tengah. Secara administratif Kabupaten Magelang mempunyai 21 kecamatan dan terdiri dari 367 desa dan 5 kelurahan. Kecamatan terluas adalah Kecamatan Kajoran (83,41 km2), sedangkan kecamatan terkecil adalah Kecamatan Ngluwar (22,44 km2). Wilayah Kabupaten Magelang berbatasan dengan wilayah kabupaten lain, yaitu:

Ø Sebelah utara              : Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Semarang

Ø Sebelah timur              : Kabupaten Semarang dan Kabupaten Boyolali

Ø Sebelah selatan          : Kabupaten Purworejo dan Provinsi DIY

Ø Sebelahbarat               : Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo

Ø Di Tengah                       : Kota Magelang


Secara geografis Kabupaten Magelang terletak pada posisi 110001’51”- 110026’58” Bujur Timur dan 7019’13”- 7042’16” Lintang Selatan. Dengan posisi ini, Kabupaten Magelang terletak di tengah pulau Jawa, tepatnya di persilangan lalu lintas ekonomi dan wisata antara Semarang-Magelang-Yogyakarta dan Purworejo-Temanggung. Wilayah Kabupaten Magelang secara umum merupakan dataran tinggi yang berbentuk cekungan dengan dikelilingi gunung-gunung (Merapi, Merbabu, Andong, Telomoyo, dan Sumbing) dan Pegunungan Menoreh. Dua sungai besar mengalir di tengahnya, yaitu Sungai Progo dan Sungai Elo, dengan beberapa cabang anak sungai yang bermata air di lereng gunung-gunung tersebut. Daerah yang bertopografi datar seluas 8.599 ha, bergelombang seluas 44.784 ha,  topografi  curam seluas 41.037 ha, dan sangat curam seluas 14.155 ha. Ketinggian wilayah antara 153-3.065 meter di atas permukaan laut. Ketinggian rata-rata 360 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan data Kabupaten Magelang Dalam Angka Tahun 2019, rincian penggunaan lahan di Kabupaten Magelang tahun 2018 yaitu, lahan pertanian seluas 86.175 hektar yang terdiri dari lahan sawah (wetland) seluas 36.681 ha dan lahan kering (dryland) seluas 49.494 ha. Selain itu ada lahan bukan pertanian yang mencakup jalan,   permukiman,   perkantoran,   sungai,   dan   lain-lainnya  memiliki luasan sebesar 22.398 hektar. Adapun untuk lahan peruntukan sawah diantaranya sawah irigasi seluas 27.732 ha dan tadah hujan (reservation) seluas 8.949 ha. Sedangkan peruntukan lahan kering adalah tegal kebun seluas 31.813 ha, perkebunan seluas 2.317 ha, hutan rakyat seluas 5.609 ha, padang rumput seluas 2 ha, sementara tidak ditanami/diusahakan seluas 7 hektar, dan lainnya (kolam/empang/hutan negara) seluas 9.746 ha.

Selengkapnya ......  

GALERI FOTO

Agenda

Peresmian
Kamis, 20 Desember 2018