A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/mgl013/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/mgl013/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/mgl013/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/mgl013/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/mgl013/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/mgl013/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/mgl013/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/mgl013/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/mgl013/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/mgl013/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/mgl013/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/mgl013/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/mgl013/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/mgl013/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

“Pilihan Hidup”

Berita Terkait Tugas dan Fungsi

“Pilihan Hidup”
Waru-waru doyong, doyong pinggir ning pinggir kota, 
ayo gotong royong bareng-bareng mbrantas narkoba.
Manuk sikatan ning tengah alas, 
ayo tingkatkan program kamtibmas


Lagu waru-waru doyong dengan parikan yang syairnya diubah oleh penembangnya sendiri di atas merupakan tembang pengantar keluarnya dua orang dari grup kesenian guyon maton ‘Batman’ yang terdiri dari Bardi, Tanti dan Tukiman saat menghibur dan sekaligus memberikan penyuluhan kepada masyarakat yang menyaksikan pentas Pertunjukan Rakyat Tradisional Berdiseminasi (Pertunra) yang diselenggarakan FK METRA Kabupaten Magelang ke X (Sabtu, 13 Juni 2015) di halaman SD Soka.1, Desa Ngargosoko, Kecamatan Srumbung. 

Pentas Pertunra kali ini menampilkan kolaborasi antara seni tari ‘Rampak Buto’ dari Kelompok kesenian Panca Budaya, Dusun Krajan Desa Ngargosoko Kecamatan Srumbung, pimpinan saudara Suji. Pentas yang difasilitasi DISKOMINFO melalui FK.METRA Kab Magelang ini mengusung tema: "Pilihan hidup" yang dipadukan dengan materi penerangan tentang; penyalahgunaan narkoba, minuman keras, perjudian, kenakalan remaja, vandalisme, dan segala penyakit sosial masyarakat yang bertentangan dengan pola hidup sehat, bersih, tertib, disiplin dalam bingkai semangat nasionalisme.

Sedangakan menurut Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Magelang, Drs.Djanu Trepsilo,MM dalam sambutannya; Kegiatan ini merupakan salah satu dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Diskominfo Kab Magelang dalam membina kelompok kesenian berdiseminasi melalui FK.Metra untuk membantu menyebarluaskan pesan pesan pembangunan kepada masyarakat.Camat Srumbung, Agus Purgunanto,SH dalam sambutannya; mengharapkan agar melalui pentas pertunjukan kesenian rakyat tradional berbagai informasi dan pesan pesan pembangunan bisa disampaikan kepada masyarakat. Seperti penyalahgunaan narkoba, minuman keras, perjudian, kenakalan remaja, vandalisme dan berbagaimacam perilaku menyimpang. Demikian juga harapan dan himbauan juga bisa disampaikan melalui pentas pertunjukan seperti ini, seperti semangat gotongroyong, kesadaran membayar PBB, pola hidup sehat, bersih, tertib dan disiplin.

Menurut ketua FK Metra Kab Magelang Donny Eggers; belakangan ini dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, masyarakat dunia dihadapkan pada pilihan hidup yang beragam. Manakala orang memiliki uang maka ia bisa memilih cara hidup sesuka hatinya. Tetapi ada kalanya pilihan hidup yang dilakukan itu justru menyalahi aturan, adat istiadat, menabrak tatakrama dan etika yang telah ada disepakati bersama oleh warga masyarakat dan telah menjadi budaya dan kearifan lokal, sehingga perbuatan dan tingkah laku yang tidak patut tersebut mencidarai kebersamaan. Oleh karena itu melalui Pertunjukan kesenian rakyat kali ini, Pemerintah Kabupaten Magelang disamping ingin tetap ‘nguri-uri’ kesenian tradisional juga bertekad melestarikan dan menanamkan kembali budaya bangsa Indonesia yang adiluhung.

Diceritakan dalam pentas tersebut para denawa, raksasa dan Buto cakil sebagai perwujudan dari Iblis sedang girang dan bersukaria karena para manusia bisa dirasuki dan dalam pengaruhnya, sehingga berperilaku jahat, tidak senonoh, dan ingin mencelakai sesamanya. Termasuk si Bandung yang diperankan oleh (Tukiman) dalam cerita ‘guyon maton’ tersebut ingin memperistri Jongrang (Tanti) adik Boko (Bardi) yang cantik jelita. Namun Jongrang menolaknya, karena Bandung jahat telah membunuh kakaknya. Karena dipaksa, maka Jonggrang meminta Bandung membuatkan seribu candi dalam semalam sebagai mahar pinangannya. Dengan dibantu oleh para denawa Bandung membuat candi candi tersebut, tetapi tidak bisa terpenuhi sehingga Jonggrang tetap menolaknya. Sehingga Bandung marah dan Jonggrang dijadikan patung sebagai penggenap seribu candi tersebut.   
Ternyata pementasan tersebut mendapat antusias dari warga masyarakat sekitar, sehingga disamping membuat suasana menjadi lebih hangat karena hiburan, juga masyarakat merasa lebih tenteram, karena merasa pemerintah ada bersama mereka dalam menanggulangi segala bentuk kejahatan dan penyakit sosial masyarakat yang terjadi di masyarakat akhir-akhir ini.*)mahendra-de